Tags

,

Happy Yummy JOurney - dokpri

Pulau yang paling terkenal sebagai penghasil durian di Indonesia adalah Sumatra, pulau terbesar nomor satu di Indonesia dan nomor enam di dunia. Durian segar dan bernutrisi tinggi yang berasal dari hutan rimba di Sumatra adalah obat yang berkhasiat untuk tubuh. Di pulau ini durian tumbuh di alam bebas tanpa menggunakan pestisida atau bahkan pupuk. Kualitasnya yang sangat baik itu membuat durian Sumatra diperjualbelikan di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.

     Sebagai orang keturunan Sumatra dari garis ayah, saya dari kecil sudah familiar dengan durian. Meski ibu saya yang berdarah Sunda selalu mual tatkala saya dan saudara memakan durian. Tak ayal kami sering ‘jahil’ kepada ibu dengan sengaja mendekatkan durian ke hidungnya. Heheheh. Sang ‘raja buah’ itu memang selalu dibawa ayah dari kampung halaman di Sumatra Utara.

Lalu bagaimana jika kita mendengar kisah durian dari orang luar? Ya luar negeri!

     Adalah Prof. Eje Kim seorang ahli geografi yang telah mengunjungi 100 negara di dunia. Pencariannya akan durian lezat membawa lulusan Seoul National University ini ke Indonesia. Namun apakah Eje KIm hanya melihat Indonesia sebagai durian? Tentu tidak! Lebih dari itu.

     Kamis, 2 November 2017 bertempat di 18th SkyWalk Lounge Trans Luxury Hotel Bandung, saya dan teman-teman Blogger Bandung menghadiri book launching Eje Kim yang diberi judul Happy Yummy Journey.

     Dalam penjelasannya, Eje Kim bercerita tentang Indonesia,  salah satunya, dari sudut pandang novel Eat, Pray and Love (diangkat ke layar lebar dan dibintangi salah satu aktor hebat Indonesia, Christine Hakim). Dalam novel tersebut dikisahkan sang tokoh utama eat in Italy, pray in India and finding love in Bali (Indonesia).

     “Saya justru bisa makan, berdoa dan menemukan cinta seluruhnya di Indonesia. Saya bisa makan rendang, berdoa kapan saja dan di mana saja serta menemukan cinta di Indonesia”, ungkap Eke Jim seraya menunjukkan foto-foto bersama anak-anak Indonesia sebagai gambaran cinta yang ia ungkapkan.

This slideshow requires JavaScript.

     Bagi Eje Kim, Indonesia adalah tempat penuh kebahagiaan yang ia cari-cari selama ini. Apakah di negaranya Korea ia tidak bahagia?

     “Di mataku, orang Indonesia tergolong bersikap cool terhadap masalah cinta dan pernikahan. Berbeda dengan kebanyakan orang Korea yang jika menikah akan mati-matian bertahan dalam perkawinan hingga tua, meskipun di dalam hati sebenarnya benci sekali dengan pasangannya. Orang Indonesia tidak larut dalam kesedihan. Mereka lebih memilih melepaskan ikatan perkawinan yang tidak bahagia ketimbang bertahan dengan orang yang tidak dicintainya lagi. Pernikahan di Indonesia pada umumnya didasari pada cinta, bukan harta. Hubungan antara suami-istri pun bersifat setara sebagai partner, tidak seperti hubungan suami-istri Korea berlandaskan ajaran Konfusianisme yang meletakkan kedudukan perempuan di bawah kedudukan laki-laki.

     Profesor Shin Yunhwan yang merupakan ahli kajian Asia Tenggara menilai bahwa sistem keluarga Asia Tenggara tidak memberi tekanan pada seorang individu dan bersifat manusiawi. Ini sangat berbeda dengan keluarga Korea yang menjaga hubungan suami-istri hanya secara formalitas dan memakai ‘topeng’ karena harus menjaga nama baik keluarga, memikirkan masa depan anak, serta ingin memberi kesan baik pada orang-orang sekitar”. (Happy Yummy Journey, hal 152-153)

Wah, ternyata hidup tak semanis drama korea ya? Xixixixi

     Buku Happy Yummy Journey yang diterbitkan PT. Gramedia Pustaka Utama ini tidak hanya berbicara tentang Indonesia, Eje Kim menuliskan pengalamannya menjelajah negara-negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina dalam sub-bab yang terpisah.

HYY

Kami adalah penguasa Durian Kingdom. The Queen and King of Durian Kingdom. Ada satu kesamaan di antara kami. Apakah itu? (Credit: Efi Fitriyyah)

     Bercerita pengalaman dan budaya lokal negara-negara tersebut tetap tak lepas dari durian yang menjadi ruh utama buku ini. Singapura adalah sejarah baginya, karena di sana ia pertama kalinya menikmati durian pada tahun 2003. Sejak saat itu, Eje Kim merasa tempat yang menjual durian adalah tempat yang menarik dan seru meski bagi sebagian orang mencium baunya saja sudah terasa ingin muntah, seperti ibu saya. hehehehe.

     Petualangannya mencari durian lezat, menakdirkan Eje Kim sampai pada Indonesia. Hingga pada akhirnya ia mengakui bahwa durian terbaik tetaplah durian Indonesia. Petualangannya di Indonesia pun akhirnya mencapai Bandung. Bandung bukan sebatas kota untuk launching, tapi Bandung pun membawa ia pada durian di ChinaTown serta membuatnya suka dengan mie kocok. Mantap! Selepas ini, ia pun tengah menulis tentang Bandung yang diharapkan akan menjadi jembatan langsung antara Bandung dan Seoiul. Terimakasih Eje Kim sudah mencintai kekayaan budaya kami. 

     Atalia Praratya, istri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, memberikan komentarnya terhadap buku ini. “You don’t have to like durian to like this book. Sebuah penuturan yang memikat dari seorang perempuan yang melihat dunia dan kebahagiaan dengan cara berbeda. Saya terinspirasi olehnya, Eje Kim, perempuan pekerja keras yang mencintai buku, traveling dan durian. Anda pasti menyukai buku ini”

     Ya, Atalia benar. Saya pun jatuh cinta pada buku ini (karena untuk jatuh cinta padamu ‘Atalia’ hanya mimpi), Eaaaaa! Bukan hanya tentang durian, berbagai perspektif kebahagiaan dibagikan oleh Eje Kim dalam buku ini. Penuturannya mengenai perempuan pun saya suka sekali.

IMG_0035

Bahkan sebelum jatuh cinta sama bukunya, saya sudah jatuh cinta pada personality-nya yang ramah dan ceria. (Credit: Yasintha)

     Durian, Bahagia dan Perempuan adalah tiga kata yang paling tepat menggambarkan buku ini. Eje Kim tidak hanya menginspirasi pembaca Korea untuk mendobrak sistem nilai sosial yang mengekang dan merendahkan perempuan – yang sangat bertolak belakang dengan gambaran yang dimunculkan dalam banyak drama Korea – tapi juga menyadarkan betapa beruntungnya hidup di tengah masyarakat yang menjunjung dan menghargai perempuan. Dan bahwa kebahagiaan bisa hadir melalui hal-hal sederhana yaitu makan durian atau melihat orang lain bahagia. Menikmati Happy Yummy Journey, larut dalam keragaman masyarakat, budaya dan kuliner. Membukakan mata kita bahwa traveling sungguh lebih dari sekedar bertualang dari satu tempat ke tempat lain. Begitulah seseorang berkata!


Judul:
Happy Yummy Journey

Penulis:
Eje Kim

Penerbit:
PT. Gramedia Pustaka Utama

Jenis:
Non Fiksi / Social Sciences

ISBN:
9786020374840

Tahun Terbit:
2017